Kondisi pasar forex untuk saat ini cenderung mengalami perubahan. Jika
beberapa tahun sebelumnya perubahan trend tidak secepat seperti sekarang ini,
dimana saat ini volatilitas lebih rendah atau perubahan pergerakan suatu
currency lebih terasa. Misalnya dalam dua hari GBP/USD mengalami kondisi
uptrend tetapi tidak berlangsung lama tiba tiba GBP/USD bisa turun tajam lalu
tidak bertahan lama GBP/USD kembali naik. Bagi trader yang menggunakan strategi
trend follower hal ini bisa menjadi malapetaka.
Kalau beberapa tahun sebelumnya strategi yang berdasarkan trend follower
cukup berhasil dan menghasilkan profit yang besar tetapi untuk saat ini
hasilnya cukup bervariasi dan bahkan terkadang membuat trader yang menggunakan
strategi trend follower ini di buat frustasi, karena terkadang saat harga
menembus resistance diperkirakan harga akan terus rally dalam kondisi uptrend
ternyata tidak berapa lama harga tiba tiba turun kembali yang mengakibatkan
dari yang sebelumnya sudah mengambil posisi Buy dengan perkiraan market akan
menjadi uptrend tapi ternyata harga kembali turun yang akibatnya bukan profit
yang di dapat tetapi loss yang diperoleh.
Dan pada artikel ini akan diulas
bagaimana mendapatkan profit di saat market sedang dalam kondisi sideways, jadi
meskipun volatilitas dan range pergerakan suatu harga relative rendah tetapi
kita masih bisa mendapatkan profit. Berikut trik atau langkah dalam menggunakan
strategi “range market”
Langkah pertama dalam menggunakan strategi “range
market” ini yaitu dengan mengidentifikasi pasangan mata uang yang berada dalam
kondisi sideways. Hindari pergerakan pasangan mata uang yang mempunyai
kemiringan ke atas atau ke bawah. Anda bisa mencari kondisi market sideways di
semua time frame atau semua pasangan mata uang, tetapi akan lebih bijak untuk
menggunakan time frame yang besar misal 1 jam ke atas dengan tujuan untuk
menghindari false signal
Perhatikan gambar di bawah ini, ada tiga pasangan
mata uang dengan kondisi market yang berbeda, gambar pertama yaitu menunjukkan
market yang uptrend,
gambar kedua menunjukkan market yang downtrend
dan untuk gambar ketiga menunjukkan market yang cenderung sideways.
Untuk strategi “range market” ini carilah kondisi market yang sideways.
2.
Menentukan Support & Resistance
Setelah kita menentukan kondisi market yang
mempunyai kecenderungan dalam kondisi sideways, langkah selanjutnya yaitu
menentukan level support resistance
Support dan resistance dalam trading di gunakan
untuk mendeskripsikan level level harga dimana harga mengalami pemantulan
sebelumnya. Jadi setiap kita melihat harga memantul ke bawah atau memantul ke
atas maka harga tertinggi dan terendah tersebut selanjutnya disebut dengan support
atau resistance.
Mengidentifikasi harga tertinggi dan terendah ini
cukup mudah bahkan bagi anda yang termasuk newbie atau pemula. Caranya yaitu
buatlah tanda setiap kali harga memantul baik itu harga tertinggi atau
terendah, seperti contoh Chart USD/JPY TF 4 H di bawah ini.
Dari chart USD/JPY diatas terlihat harga tertinggi dan terendah yang ditandai dengan lingkaran berwarna hijau, kalau sekilas kita perhatikan chart diatas terlihat berantakan atau tidak berpola tetapi saat kita menghubungkan beberapa lingkaran tersebut dengan menggunakan tool “line” maka peluang trading yang potensial bisa kita temukan.
Untuk membuat garis horizontal yang menghubungkan beberapa harga tertinggi dan terendah ada dua cara yaitu :
·
Langkah pertama tentukan harga paling tinggi dan harga paling rendah dan masing buatlah
garis horizontal, harga paling tinggi dan paling rendah bertindak sebagai
support dan resistance yang kuat.
· Langkah Kedua tentukan level level harga yang menyentuh lebih dari satu lingkaran yang
berwarna hijau spt pada gambar diatas, semakin banyak lingkaran yang bisa
dihubungkan akan semakin bagus lalu hubungkan level level yang mempunyai
kecenderungan harga high dan low sama tadi dengan garis horisontal.
Sebagai gambaran lihatlah chart dibawah ini :
3.
Trading Setup
Saat kita sudah menentukan garis
support resistance sekarang saatnya kita menentukan posisi trading, kembali ke
uraian tentang support resistance dimana ketika harga menyentuh support
resistance atau garis seperti terlihat pada gambar diatas maka harga akan
memantul, maka ke depan jika harga mendekati area support atau resistance maka
diperkirakan juga akan memantul. Jadi kita mencari posisi Buy ketika harga
mengarah ke support dari atas dan mencari posisi Sell ketika harga mengarah ke
resistance dari bawah.
Perhatikan gambar di bawah ini :
Seperti terlihat pada chart USD/JPY diatas dimana harga mendekati area support maka berdasarkan garis support yang sudah kita buat tadi maka ada peluang untuk mengambil posisi Buy di “Area Buy Opportunity” dimana untuk strateginya anda bisa memasang Buy Limit atau ketika harga area buy tersebut anda bisa langsung Buy on Market.
Dan sebagai batasan kerugian atau
level stop loss yaitu beberapa pip di bawah garis support paling bawah. Dan
untuk profit yang ingin diambil gunakan risk reward yaitu minimal sama dengan
stop loss atau dua kalinya dari stop loss, selain itu untuk taking profit bisa
juga menempatkan sedikit dibawah garis terdekat yang tadi sudah kita buat. Perhatikan illustrasi trading di bawah ini :
Terlihat pada gambar di atas
ternyata analisa kita benar begitu USD/JPY masuk area “Buy Opportunity” maka
USD/JPY kembali memantul ke atas dan berhasil menyentuh target profit yang
sudah kita tentukan diawal tadi.
SELAMAT ANDA PROFIT
Tapi ingat jangan pernah merasa puas dan merasa anda hebat, ingat selalu
perubahan kondisi pasar bisa merubah tingkat efektivitas dari strategi yang
anda gunakan, jadi anda harus bisa beradaptasi dengan berbagai kondisi market.
Untuk market dengan volatilitas yang rendah akan membuat pasar cenderung
sideways, jadi akan cukup bijak jika anda tahu strategi mana yang harus
digunakan.
Saran saya terus asah kemampuan trading anda dengan memanfaatkan demo
account terlebih dahulu sebelum anda benar benar yakin dengan strategi yang
akan anda gunakan.
Cheersss...





1 komentar:
Mantap, trims
Posting Komentar