Kamis, 23 Oktober 2014

Profit Dengan 3 Langkah Strategi Double Top



Jika tingkat volatilitas pasar forex sedang berada dalam range yang sempit. Hal ini berarti fluktuasi pergerakan harga relatif lebih jinak dibandingkan ketika volatilitas harga sangat tinggi. Di saat kondisi pasar sedang tenang akan menjadi lebih bijak menerapkan sideways strategi dibandingkan breakout strategy (Silahkan baca artikel tentang strategi sideways dan breakout).

Pola double top akan terjadi jika harga mencoba menembus harga tertinggi sebelumnya / swing high dan tidak berhasil, hal ini kemudian diikuti oleh turunnya harga seperti ibaratnya ketika bola kita lempar ke atas dan mengenai atap tapi atapnya tidak pecah maka bola tersebut akan kembali memantul kebawah. Kebanyakan trader suka dengan strategi ini karena resikonya lebih kecil dibandingkan peluang keuntungan yang bisa didapatkan. Pola double top ini juga sangat populer digunakan saat pasar bergerak sideways.

Langkah 1 : Mencari harga yang akan mencoba test high sebelumnya
Perhatikan grafik berikut :



Awal dari terbentuknya formasi double top dilihat dari adanya harga swing high di ikuti oleh harga yang terkoreksi turun, kemudian kita tarik garis horizontal pada harga tertinggi tersebut.
Seperti terlihat pada grafik diatas harga new high terlihat pada lingkaran yang berwarna merah lalu kita tarik garis horizontal, garis horizontal cukup penting karena menjadi batasan apakah harga selanjutnya jika akan test level ini berhasil tembus atau tidak.

Langkah 2 : Set entry order “Sell” dibawah swing high

Pola double top yang terjadi ini akan lebih valid jika mempunyai harga high yang sama, tetapi kadang pola double top ini benar benar sempurna sama harga high-nya, terkadang harga akan melewati high sebelumnya tetapi lalu berbalik kembali dan ditutup dibawah garis horizontal atau saat harga hampir mendekati high sebelumnya harga sudah berbalik. Oleh karena itu ada beberapa syarat yang harus diperhatikan saat akan masuk posisi, yaitu untuk masuk posisi syaratnya harga harus ditutup dibawah garis horizontal yang tadi kita buat dan masuk posisi pada open candle berikutnya. 

Perhatikan grafik dibawah ini 



Dari grafik diatas terlihat harga tidak berhasil menembus new high atau harga tertinggi sebelumnya, lalu harga juga ditutup dibawah garis horizontal atau kita anggap sebagai resistance dan kita masuk posisi Sell pada saat open candle berikutnya.

Langkah 3 : Menentukan exit strategi

Untuk langkah exit strategy atau langkah menutup posisi ada dua cara yang bisa diambil yaitu strategi pertama yang melibatkan transaksi tunggal dalam artian lot yang dimasukkan hanya satu dan strategi kedua yang melibatkan transaksi dengan jumlah lot lebih dari satu.

Perhatikan grafik berikut :


Untuk transaksi yang hanya melibatkan volume transaksi 1 lot maka untuk menentukan target profitnya yaitu pada harga terendah sebelumnya atau previous low yang terbentuk antara masing masing harga top. Sementara untuk stop loss tentukan 33% dari target kita, jadi misalnya targetnya 60 pip maka stoploss-nya kurang lebih sebesar 20 pip dan harus diatas garis horizontal, hal ini untuk menghindari harga kembali mencoba test resistance. Seperti terlihat pada grafik diatas. 

Dengan menempatkan target profit 3x dari stop loss memberikan kita risk reward rasio 1 : 3, ini artinya kita cukup hanya mencari profit atau win ratio sekitar 30% sudah bisa BEP atau break event point bahkan jika win ratio kita lebih besar maka profit kita akan jauh lebih besar. Terlihat dengan menggunakan strategi risk reward ratio 1 : 3 meskipun sampai 60% transaksi kita loss tapi secara total kita masih profit.

Sementara itu untuk transaksi yang melibatkan volume lebih dari 1 lot misalnya 2 lot, untuk lot pertama kita pasang target di previous low seperti contoh pertama diatas, lalu untuk lot yang ke dua target profit kita yaitu harga low sebelumnya lagi dengan asumsi harga swing low akan menjadi support yang jika tidak berhasil break maka harga akan kembali memantul.

Untuk transaksi yang melibatkan volume transaksi dua lot ini jika lot 1 targetnya sudah tersentuh maka kita bisa memindahkan stop loss untuk lot yang satunya lagi ke harga BEP, sehingga jika ternyata harga kembali memantul keatas maka lot yang ke dua akan aman meskipun kena stop loss dan secara keseluruhan kita tetap profit.

Latih dan ujilah terlebih dahulu teknik ini di demo account sebelum anda benar benar menerapkan di medan pertempuran yang sebenarnya atau dengan real account

Cheersss...

Tidak ada komentar: