Senin, 17 Februari 2014

Trading Itu Seperti Sniper Bukan Senapan Mesin




Seorang penembak jitu atau sniper di militer memiliki keunggulan atas musuhnya, kelebihan seorang sniper yaitu dengan kesabarannya, penguasaan senjata mereka, dan kemampuan untuk tetap sadar mengendalikan pikiran dan tubuh mereka untuk jangka waktu yang lama dalam situasi stres tinggi. Kita dapat menerapkan konsep-konsep yang sama untuk trading Forex ...

Forex trading sangat mirip ... Anda memerlukan sebuah senjata untuk trading, Anda harus menguasai senjata ini, Anda perlu mengembangkan dan memelihara disiplin serta mengontrol emosi anda, dan Anda harus bisa menjalankan kelebihan Anda dengan sempurna dalam menghadapi godaan pergerakan harga yang sangat volatil. Sekarang, trading bisa menjadi lingkungan yang membuat stress seperti perang, dan untuk mengatasinya memerlukan kontrol terhadap pikiran dan tubuh kita.

Seorang trader yang belajar dan menentukan transaksinya dengan bijak atau bisa dikatakan trading seperti seorang sniper merupakan tipikal trader yang sukses dalam jangka panjang dibandingkan dengan mereka yang dalam transaksinya seperti menggunakan senapan mesin yang asal tembak kesana kemari akan mengalami kehabisan peluru atau uangnya dengan cepat serta akan gagal memenuhi tujuannya saat pertama kali berniat terjun di dunia trading. Nah pada kesempatan kali ini kita akan belajar bersama bagaimana menjadi seorang trader seperti sniper yang tidak asal tembak tapi benar benar mengincar targetnya dengan satu tembakan.

Masih Mencari Indikator Yang Sempurna? Hentikan Jika Ingin Trading Anda Berhasil



Saat kita melakukan aktivitas trading sudah umum saat kita menganalisa menggunakan yang namanya indikator bukan, nah dari penggunaan indikator tersebut seberapa sering anda selalu mengalami kegagalan dalam artian menderita yang namanya Loss atau floating minus yang cukup besar karena tetap bertahan dengan posisi anda yang sudah salah arah?

Itulah masalah yang sering dialami oleh kita saat bertransaksi saat kita hanya menggunakan satu indikator sebagai acuan hal ini dikarenakan hampir semua indikator sifatnya lagging atau ketinggalan harga dalam artian tidak ada indikator yang mendahului harga di pasar. Sebuah indikator hanya memberi informasi setelah harga bergerak.

Saya tidak bilang indikator teknikal jelek, atau wah kalau begitu tidak perlu menggunakan indikator dong. Bukan seperti itu maksud saya, tapi yang ingin saya sampaikan yaitu saat kita bertransaksi atau saat kita menganalisa suatu pergerakan harga apakah mau naik atau turun, apakah ini saatnya mengambil posisi Buy atau Sell jangan berpegangan hanya dari satu jenis indikator. 

Trading Ala Alligator



Anda pasti sudah tahu hewan apakah alligator itu, ya alligator atau yang biasa kita kenal dengan buaya. Buaya kalo dalam dunia percintaan bisa berarti negative seperti kata buaya darat yang artinya laki laki playboy atau laki laki yang senang mempermainkan perempuan. Tapi pada kesempatan kali ini saya tidak akan membahas tentang buaya darat, akan tetapi pada artikel yang berkaitan dengan dunia trading ini saya akan menjelaskan trading dengan menggunakan filosofi buaya dalam mencari makan.

Seperti diketahui buaya itu merupakan predator yang sangat terbuas, terpandai dalam mencari mangsa sejak berjuta juta tahun yang lalu, buaya juga dikenal sebagai pemangsa yang ditakuti. Apakah anda tahu buaya merupakan predator yang cukup sabar dalam mengintai mangsanya dan sangat disiplin serta mempunyai teknik tinggi dalam menangkap mangsanya, buaya bisa dikatakan sniper sejati kalo diumpamakan dalam dunia militer.

Filosofi buaya ini bisa digunakan sebagai acuan bagi anda dalam bertransaksi, buaya merupakan binatang dengan tingkat keakuratan yang tinggi dalam menangkap mangsanya dan mungkin anda sudah tahu jika buaya itu bisa bertahan tidak makan sampai satu minggu hal ini karena dalam mencari mangsanya buaya lebih mementingkan kualitas buruan dibandingkan kuantitas. Demikian juga saat anda trading, masuklah pasar saat ada kesempatan dengan tingkat probabilitas tinggi serta peluang mendapatkan keuntungan yang besar. Sekarang renungkan apakah anda akan memilih masuk pasar tidak setiap saat tapi hanya menunggu ketika ada kesempatan dengan probabilitas keuntungan yang besar atau lebih memilih sering masuk pasar dengan resiko yang selalu mengiringi setiap kali kita transaksi dan hanya untuk mendapatkan keuntungan yang kecil ?